Spidolisasi Batas KBAK

http://caves.or.id/arsip/2925
Arsip dari Masyarakat Speleologi Indonesia (MSI) diatas adalah hasil penelitian di lapangan tentang terungkapnya jaringan Sistem Sungai Bawah Tanah di Pegunungan Kendeng. Berdasarkan Hasil Pelacakan Aliran Air (Water Tracing) yg dilakukan, Sungai Bawah Tanah di Goa Pari terhubung dengan Sumber Kaligede, Salah satu sumber air dengan debit cukup besar yang digunakan warga untuk irigasi dan keperluan rumah tangga.

Anehnya wilayah Goa Pari dan sekitarnya tidak masuk dalam Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Sukolilo. Padahal, dengan jelas di PERMEN ESDM No. 17 Tahun 2012 disebutkan, Sungai Bawah Tanah di Perbukitan Kapur (batugamping) merupakan salah satu ciri penting yg menunjukan kawasan tersebut adalah kawasan karst yg harus dilindungi. Anehnya lagi,  sekitaran wilayah tersebut justru masuk dalam wilayah Ijin Usaha Pertambangan batugamping untuk bahan baku semen.

Yang jadi  Pertanyaan,  bagaimana prosedur penetapan batas KBAK yg dilakukan Kementerian ESDM?, Jawabannya adalah, SPIDOLISASI, alias asal tarik batas sesuai order bukan sesuai prosedur

Advertisements

Author: QPROJECT

Twitcuit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s